Sabtu, 06 Juni 2020

4 Upaya Facebook Memberantas Virus Corona

covid-19 - memberantas virus corona - memutus rantai penularannya

Headlinekaltim.co - Upaya memberantas virus corona dengan memutus rantai penularannya memerlukan kontribusi dari berbagai pihak. Dari mulai instansi pemerintah, ahli medis, masyarakat, hingga perusahaan platform digital. Facebook, perusahaan besar milik Mark Zuckerberg ini menjadi salah satu perusahaan yang gencar menggalakkan upaya untuk memerangi Covid-19 dari segi penyebaran informasi.

Facebook berfokus pada empat visi di antaranya, memastikan semua orang memiliki informasi yang akurat, memutus rantai misinformasi dan konten berbahaya, memberikan dukungan bagi tenaga kesehatan dan upaya bantuan, serta mendukung pemerintah daerah, komunitas, dan pemilik bisnis.

Memastikan semua orang memiliki informasi yang akurat


Sebelumnya Facebook dan anak aplikasinya, Instagram dan Whatsapp, telah memberikan akses pintas kepada pengguna agar lebih mudah menerima informasi seputar Covid-19. Facebook dan Instagram memiliki fitur pop-up pada halaman utamanya yang mengarah ke sumber resmi terkait Covid-19. Dalam hal ini, mereka bekerjasama dengan World Health Organization (WHO) dan UNICEF sebagai pemberi sumber informasi. Arahan pemerintah kepada masyarakat untuk social-distancing juga mendorong Instagram mengajak penggunanya melakukan hal tersebut dengan membuat stiker Instagram Di Rumah Aja.

Di samping itu, Whatsapp meluncurkan WhatsApp Coronavirus Information Hub sebagai sarana komunikasi untuk memberikan panduan praktis dan sederhana kepada pengguna di seluruh dunia untuk mengurangi penyebaran rumor dan terhubung dengan informasi kesehatan yang lebih akurat. Di Indonesia, Whatapp memiliki chatbot U-Report yang bekerjasama dengan UNICEF. Fungsinya sama dengan fitur lainnya, untuk memberikan informasi terpercaya kepada masyarakat.

Memutus rantai misinformasi dan konten berbahaya


Upaya awal Facebook dalam memberantas informasi hoaks seputar corona adalah dengan merekrut pihak ketiga sebagai tim pengecek fakta. Hal ini tidak hanya dilakukan di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Facebook ataupun Instagram akan menghapus konten yang sudah dipastikan tidak benar dan memperingatkan akun tersebut.

Facebook juga sempat melarang seluruh iklan dan perdagangan yang berkaitan dengan Covid-19 mengingat banyaknya produk kesehatan yang mengklaim dapat menghindari konsumen dari tertular virus corona.

Memberikan dukungan bagi tenaga kesehatan dan upaya bantuan


Beberapa waktu lalu, Facebook bersama UNF/WHO melakukan penggalangan dana yang terkumpul hingga USD10 juta. Dana tersebut didonasikan untuk penanganan Covid-19 melalui Yayasan CDC. Perusahaan Zuckerberg ini juga akan menyediakan dukungan finansial untuk membantu WHO dalam mencegah, mendeteksi, dan menangani pandemi Covid-19.

Kabarnya, Whatsapp juga telah menyumbang USD1 juta kepada International Fact-Checking Network (IFCN) milik Poynter Institute yang akan membantu mereka mengecek fakta dalam aliansi #CoronaVirusFacts.

Mendukung pemerintah daerah, komunitas, dan pemilik bisnis


Facebook telah menjadi platform bagi pemerintah menyebarkan informasi. Sejumlah ruang iklan telah digratiskan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mendorong segala informasi tentang COVID-19.

Selama masa karantina ini, bisnis kecil merasa paling dirugikan karena selain tidak dapat memproduksi apa yang dijual, mereka juga tidak mendapatkan konsumen seperti biasanya. Maka dari itu, perusahaan mengalokasikan USD100 juta untuk membantu 30.000 UMKM di seluruh dunia. Pengalokasian dana ini akan dilakukan di 30 negara di mana termasuk Indonesia. Detail informasi ini lebih lanjut akan diumumkan Facebook sesegera mungkin.

Artikel memberantas virus corona ini telah tayang di www.tek.id



Berita harian media online Kalimantan Timur, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Berau, PPU, Penajam, Kutai Barat, Mahakam Ulu

Jumat, 05 Juni 2020

Xiaomi Mi Kids Watch 4 dan 4 Pro Resmi Diluncurkan

Smartwatch Xiaomi Spesifikasi Mi Kids WatchHeadlinekaltim.co - Lama tak terdengar, Smartwatch Mi Kids Watch 4 baru saja Xiaomi resmikan bersama versi Pro yang sama-sama dibuat untuk anak-anak dengan fitur menarik di dalamnya. Xiaomi Mi Kids Watch 4 atau dan Mi Kids Watch 4 Pro memiliki spesifikasi yang identik, di mana keduanya sama-sama datang dengan mengemas layar sentuh AMOLED berukuran 1,78 inci yang menawarkan resolusi 368 x 448 piksel. Tidak perlu khawatir akan goresan layar, karena Xiaomi telah melapisi smartwatch barunya itu dengan Corning Gorilla Glass 3. Bahkan Mi Kids Watch 4 dan 4 Pro dapat bertahan di dalam air hingga jarah 20 meter. Datang ke sektor dapur pacu, Mi Kids Watch 4 ditenagai oleh platform Qualcomm Snapdragon Wear 2500. Begitu juga dengan Mi Kids Watch 4 yang hadir bersama 1GB RAM dan 8GB eMMC. Xiaomi Mi Kids Watch 4 dan 4 Pro kompatibel dengan OS Android 4.2 atau iOS 8 yang lebih tinggi dengan dilengkapi bersama beberapa aplikasi, seperti aplikasi obrolan, aplikasi untuk belakang, dan banyak lagi. Ada juga dukungan NFC, tetapi versi standar kehilangan GPS dan menggantinya dengan fitur pembelajaran AI yang memungkinkannya untuk melacak lokasi termasuk di dalam tempat padat seperti mall. Mi Kids Watch 4 Pro di sisi lain hadir dengan dukungan GPS dual-band (L1 + L5) yang canggih dan dapat melacak lokasi dengan lebih akurat. Selain itu, versi Pro juga memiliki kamera lebih baik dibandingkan dengan versi standar.

Spesifikasi Mi Kids Watch

Di mana Mi Kids Watch 4 Pro membanggakan kamera belakang 8 megapiksel dan 5 megapiksel berada di depan. Sedangkan Mi Kids Watch 4 mengganti kamera belakang menjadi 5 megapiksel. Melengkapi spesifikasi, Xiaomi telah menyematkan Bluetooth 4.2, eSIM untuk panggilan melalui jaringan 4G VoLTE yang didukung oleh semua operator utama di China, dan juga Wi-Fi 802.11 b / g / n. Sementara untuk membuatnya bisa menyala, kedua dihidupkan oleh baterai berkapasitas 9.20 mAh. Mi Kids Watch 4 menawarkan masa pakai baterai lebih kuat 8 hari, sedangkan Mi Kids Watch 4 Pro hanya dapat bertahan hingga 5 hari. Sejauh menyangkut harga dan ketersediaan, Xiaomi Mi Kids Watch 4 dan 4 Pro yang sama-sama hadir dalam pilihan warna Pink dan Blue itu rencananya akan mulai di jual di China pada tanggal 9 April mendatang. Belum ada kabar tentang ketersediaannya di pasar internasional. Tetapi di China, Xiaomi menjual smartwatch miliknya itu mulai dari 899 Yuan (sekitar Rp 2 juta) untuk versi standar, dan 1299 Yuan (sekitar Rp 3 juta) untuk varian Pro. bejagadget

Kamis, 04 Juni 2020

Bos Pinterest Ciptakan Aplikasi Pelacak COVID-19

CEO Pinterest Ciptakan Aplikasi Pelacak COVID how we feelHeadlinekaltim.co - Founder dan CEO Pinterest Ben Silbermann berkolaborasi dengan tim ilmuwan untuk menciptakan How We Feel, aplikasi pelacak penyebaran COVID-19.Dengan aplikasi How We Feel yang bisa diunduh aplikasinya di smartphone, memungkinkan pengguna dapat melaporkan diri, mulai dari usia, jenis kelamin, kode pos, dan gejala kesehatan yang dialami.Dengan melakukan pengecekan kesehatan secara mandiri, dapat membantu para peneliti mengungkapkan titik keberadaan wabah dan dapat menyelamatkan nyawa mereka. Adapun proses pengecekan kesehatan mandiri itu hanya kurang dari satu menit.How We Feel disebutkan dapat mempermudah pengguna melaporkan kondisi kesehatan mereka, misalnya gejala apa yang dirasakan, apakah telah ikut tes virus corona atau tidak, isolasi, hingga interaksi dengan siapa saja.Berbeda dengan aplikasi pada umumnya, How We Fell tidak meminta atau mengumpulkan informasi, seperti nama, nomor telepon, atau email. Informasi yang diminta hanya seputar pertanyaan di awal, di mana data tersebut akan dikumpulkan kemudian dibagikan kepada peneliti, profesional kesehatan, dan dokter, termasuk pihak yang terlibat dalam proyek pengembangan aplikasi ini.Aplikasi ini dibuat oleh How We Feel Project, kolaborasi antara Silbermann dan sekelompok peneliti yang berafiliasi dengan di antaranya McGovern Institute, Broad Institute of MIT and Harvard, Howard Hughes Medical Institute, University of Pennsylvania, Stanford University, hingga Weizmann Institute of Science.Menariknya, yang mengunduh aplikasi ini turut menyumbangkan makanan untuk orang yang membutuhkan melalui Feeding America sebanyak 10 juta makanan.Sebagaimana dikutip dari Tech Crunch, aplikasi How We Feel baru tersedia dan bisa diunduh di Amerika Serikat, baik di Play Store maupun App Store atau situs www.howwefeel.org.How We Feel yang dikelola sebagai organisasi nirlaba dan sepenuhnya independen, diharapkan dapat memperluas layanannya dan berkolaborasi untuk tersedia secara global. artikel telah terbit di inet.detik.com

Dampak Corona Covid-19, Klub-Klub Liga Italia Sudah Sepakat Lakukan Pemotongan Gaji Pemain

Headlinekaltim.co, Roma - Klub-klub Liga Italia Serie A telah sepakat untuk menjalankan kebijakan pemotongan gaji selama pandemi virus coron...